Kamis, 13 Agustus 2009

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

1. Perilaku Konsumen dan Produsen

Pada materi kebutuhan, kelangkaan dan masalah ekonomi telah dibahas mengenai masalah pokok ekonomi (produksi,konsumsi dan distribusi), dan pada materi perilaku produsen dan konsumen akan dibahas lebih lanjut bagaimana masalah ekonomi yang ada dengan pelaku ekonominya dapat berinteraksi, sehingga nampak siklus yang saling mempengaruhi.
















Gb Kegiatan dari Pelaku Ekonomi

Sebelum lebuh jauh membahas mengenai perilaku konsumen dan produsen ada baiknya kita mengatahui siapa itu konsumen dan produsen?
Konsumen, merupakan individu yang melakukan kegiatan menghabiskan/ mengurangi nilai guna suatu produk baik secara langsung maupun tidak langsung.
Produsen, merupakan individu yang melakukan kegiatan menghasilkan/ menambah nilai guna suatu produk.
Pengertian diatas menunjukkan bahwa perilaku dari konsumen dan produsen berlawanan, yaitu di sisi produsen menghasilkan tetapi konsumen menghabiskan dan kondisi ini sering kali mengalami ketidak seimbangan antara hasil (produk) dengan pemenuhan (kebutuhan). Ketidak seimbangan itu menyebabkan adanya pengorbanan sehingga terdapat yang disebut Nilai.
Kemampuan suatu produk (barang) dalam memberikan kepuasan untuk memenuhi kebutuhan, maka barang tersebut memberi manfaat atau kegunaan.
Dimilikinya kegunaan pada suatu barang jika terdapat unsur:
1. Barang tersebut memiliki batas kepuasan
2. Barang tersebut memiliki kelebihan/ nilai lebih atau keistimewaan
Untuk kembali mengingat materi sebelumnya, coba sebutkan kegunaan barang,
a. ......................................
b. .....................................
c. ....................................
d. ....................................
e. ....................................
f. .....................................




Suatu barang yang memiliki daya guna akan mempunyai nilai dari si penggunannya, nilai yang diberikan adalah
Nilai Pakai dan Nilai Tukar.
Nilai Pakai adalah kemampuan suatu barang karena dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan serta kemampuannya untuk dapat diukur dengan barang lain.



- Obyektif: kemampuan barang dalam memenuhi kebutuhan manusia secara umum.
Contoh: air,nasi, buku dll
- Subyektif: kemampuan barang dalam memenuhi kebutuhan manusia secara individu
Contoh: kacamata untuk baca, kursi roda untuk orang yang tidak dapat berjalan dll

Nilai Tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukar dengan barang lain.
- Obyektif: kemampuan barang tersebut untuk dapat ditukar dengan barang lain secara umum semua orang bisa menerima.
Contoh: emas, uang dll
- Subyektif: nilai dari individu tertentu karena kemampuan barang tersebut dapat ditukar dengan barang lain.
Contoh: barang-barang antik atau barang koleksian.


2. Teori Perilaku Konsumen dan Produsen

A. Teori Konsumsi dan Hukum Gossen
Teori konsumsi merupakan teori yang menganalisa nilai suatu barang dari subyek pemakainya sehubungan dengan pemuasan kebutuhan. Teori konsumsi yang terkenal adalah Teori Gossen yang dikenal dengan Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II.

Hukum Gossen I disebut juga hukum kegunaan marginal yang semakin menurun (law of diminishing marginal utility).
Hukum ini banyak mendapat kritik dari tokoh ekonomi sebab hukum ini berlaku jika;
- Barang yang dikonsumsi sama kualitasnya
- Pemenuhannya dilakukan terus menerus
- Benda yang dikonsumsi tidak termasuk barang candu







Atas kritikan tersebut maka lahirlah Hukum Gossen II, yang mengajak setiap individu untuk mengalokasikan pendapatannya terhadap kebutuhan yang paling pokok sampai pada kebutuhan pelengkap. Semua kebutuhan menuntut untuk dipenuhi, namun setiap individu dibatasi oleh kemampuan untuk memenuhi, baik kemampuan daya beli (uang), waktu atau yang lain. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk dapat bertindak rasional dengan menggunakan skala prioritas kebutuhan. Hukum Gossen II ini didasari atas inti masalah ekonomi.






Dari perilaku konsumen yang dapat kita lihat, coba apa tujuan dari konsumsi?
..........................................................................................................................................................
Dalam mengkonsumsi barang masing-masing individu berbeda, dan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
a. Lingkungan hidup
b. Pendapatan dan tanggungan
c. Cara,tabiat,gaya hidup (bertindak hemat atau boros)
d. Kemampuan mengatur pengeluaran (pola konsumsi)

Dari keempat faktor yang ada, faktor pendapatanlah yang secara langsung mempengaruhi tingkat konsumsi. Hubungan antara pendapatan dan konsumsi adalah positif (berbanding lurus) artinya jika pendapatan bertambah maka tingkat konsumsi juga bertambah atau sebaliknya.

B. Produksi dan Teori Produksi

Untuk mengingat kembali KD 1, apa itu produksi? ..............................................................
Kemudian dalam berjalannya kegiatan proses produksi tentu ada faktor yang menunjang yaitu faktor produksi/ sumber daya produksi, coba kamu sebutkan 4 sumber daya/ faktor produksi!.................................
Coba buatlah pengamatan dilingkunganmu faktor produksi apa yang digunakan, dan buat Laporan untuk masing-masing pelaku ekonomi!
























Faktor Produksi Alam adalah sumber daya ekonomis yang disediakan alam sebagai anugerah Tuhan.
Faktor Produksi Tenaga kerja adalah sumber daya tenaga yang dihasilkan individu baik bersifat jasmani maupun rohani yang ditujukan untuk produksi. Faktor tenga kerja dilihat dari,
a. Sifatnya

• Rohani yaitu kegiatan pencurahan pikiran dalam proses produksi, kegiatan yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir. Contoh: Editor, manager dll
• Jasmani yaitu kegiatan yang lebih mengutamakan fisik/tenaga dalam proses produksi. Contoh: sopir,petani dll

b. Kualitasnya
• Terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal. Contoh: Dokter,Guru dll
• Terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pengalaman atau latihan. Contoh: Sopir,masinis dll
• Tidak terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memilki kepandaian atau ketrampilan tertentu tetapi lebih mengandalkan fisik. Contoh: Kuli angkut, buruh dll
Faktor Produksi Modal merupakan barang yang dihasilkan dan dapat dipergunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Modal dapat digolongkan,
a. Sifatnya
• Tetap, benda/barang modal yang dapat dipergunakan lebih dari satu kali dalam proses produksi. Modal tetap dapat dibedakan atas:
- Modal yang tidak habis dipakai, yaitu berupa tanah
- Modal yang berangsur-angsur habis, yaitu bangunan, mesin dll
• Lancar, modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Contoh: bahan baku, bahan penolong dll





b. Fungsinya
• Masyarakat (social capital), modal yang mampu menghasilkan produk yang berguna untuk umum. Contoh: bus, kereta api dll
• Perorangan/Individu (personal capital), modal yang mampu menhasilkan bagi individu tertentu/ sumber pendapat. Contoh: tabungan, rumah disewakan dll

Jika kamu sudah memahami sedikit tentang faktor produksi, maka untuk selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja kegiatan usaha produksi. Kegiatan usaha produksi ada 5 yaitu:

1. Ekstraktif : merupakan usaha untuk mendapatkan langsung persediaan alam. Misalnya: pertambangan, menebang kayu di hutan dll
2. Agraris : merupakan usaha mengolah persediaan alam. Misalnya: pertanian,perternakan dll
3. Industri : usaha mengolah bahan mentah dan bahan-bahan pembantu menjadi barang jadi/siap pakai. Misalnya: membuat tahu, kue, baju dll
4. Perdagangan : usaha memperdagangkan produk dari produsen ke konsumen. Misalnya: toko, PKL dll
5. Jasa : merupakan usaha yang melibatkan pelayanan jasa. Misalnya: jasa konsultasi, pendidikan, kesehatan, pengangkutan dll

Perlu kamu ketahui bahwa kegiatan produksi tidak pernah berhenti seiring dengan tingkat kebutuhan manusia yang semakin kompleks, oleh sebab itu terdapat cara bagimana melakukan perluasan produksi. Perluasan produksi dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Ekstensifikasi, yaitu perluasan produksi yang dilakukan dengan cara menambah atau memperluas faktor produksi. Contoh: menambah lahan, modal, tenaga kerja, mesin dsb.
2. Intensifikasi, yaitu perluasan produksi yang dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan atau memperbaiki cara kerja faktor produksi yang ada. Contoh: Pembagian kerja, memperbaiki jaminan sosial, mengadakan pelatihan dsb.
3. Diversifikasi, perluasan yang dilakukan dengan menambah jenis produk. Contoh: indofood selain mie instans dihasilkan pula saos, kecap atau dari Wings dengan produk yang beraneka macam.

4. Rasionalisasi, perluasan produksi dengan cara meningkatkan efesiensi kerja, manajemen dan modal. Contoh: Meningkatkan produk menggunakan mesin berteknologi tinggi atau membuat barang dengan standar tertentu dsb.






Kegiatan produksi merupakan pengadaan alat pemuas untuk memenuhi kebutuhan, oleh sebab itu kegiatan tersebut harus mampu mengikuti meningkatnya kebutuhan yang dipengaruhi selera, gaya hidup, pendidikan, IPTEK dll.
Ada teori yang melandasi bagimana kegiatan produksi harus berpacu karena cepatnya pertambahan penduduk. Teori tersebut dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya yang berjudul ” Essay on the Principles of Population ”







Seperti yang kita ketahui teori Malthus sekarang ini sedang terjadi, namun ada upaya yang dapat memberikan jalan keluar sehingga teori ini memiliki kelemahan antara lain :






- Malthus tidak memperhatikan perkembangan IPTEK
- Malthus lupa bahwa pangan/makanan tidak hanya dihasilkan bidang pertanian
- Kemajuan bidang teknologi kedokteran memungkinkan dapat menekan pertambahan penduduk

Dari kelemahan ini maka lahirlah teori dari David Ricardo yang dikenal dengan sebutan ” Law of Deminishing Returns” atau pertambahan hasil yang semakin berkurang dalam buku yang berjudul ” The Principles of Political Econom and Taxation ”
Pada intinya David Ricardo berpendapat, bahwa penambahan modal dan tenaga kerja pada titik tertentu, tidak akan memberikan tambahan hasil yang sebanding, tetapi makin lama makin berkurang. Oleh sebab itu supaya tidak terjadi pengangguran tidak kentara (disguised Un employment) maka tidak diperlukan penambahan faktor produksi tetapi harus ditingkatkan produktivitasnya, jika terjadi over pada faktor produksi maka diupayakan untuk penyaluran ke sektor lainnya.

Nah ................ untuk mengingat kembali materi yang disampaikan, sebutkan faktor yang melatarbelakangi orang bertindak konsumsi............................................
Dan untuk mendeskripsikan peran pelaku ekonomi, kamu dapat melakukan browsing di e-dukasi.net


Setelah browsing akan kamu mengetahui perilaku dari masing-masing pelaku ekonomi, dimana para pelaku ekonomi akan menjalankan fungsinya dengan saling mempengaruhi dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Interaksi dari masing-masing pelaku ekonomi tersebut menyebabkan adanya sirkulasi antara uang dan barang/jasa.

Siklus kegiatan ekonomi


Jasa Faktor Produksi (sewa,upah,bunga,laba)


Barang/ jasa




Faktor Produksi


UANG



Keterangan: RT Konsumen adalah konsumen atau pemakai barang dan jasa juga pemilik faktor produksi. Permintaan konsumen akan barang/jasa yang dihasilkan oleh RT Produsen terjadi pada pasar barang dan jasa.
RT Produsen yaitu Produsen atau perusahaan dalam menghasilkan barang/jasadari dilakukan dengan memanfaatkan faktor produksi yang disediakan RT Konsumen.
Pemerintah sebagai penyelenggara kegiatan ekonomi akan memanfaatkan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dari BUMN, dan pemilik faktor produksi akan menerima balas jasa. Balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi merupakan penerimaan negara berupa pajak, dari pajak itulah pemerintah melakukan pembangunan dan belanja rutin. Begitu seterusnya siklus kegiatan ekonomi akan berjalan, dan satu kegiatan yang menjadikan semua unsur dapat berinteraksi atau tersalurkan adalah kegiatan distribusi.












Nah .... masih ingat apa itu distribusi?..........................................................................................................

Coba amati gambar sistem distribusi!





















Dalam kegiatan distribusi kita akan mengenal 2 (dua) sistem distribusi yaitu;
- Langsung, merupakan kegiatan penyaluran barang yang dilaku
langsung dari produsen ke konsumen.
- Tidak Langsung, merupakan kegiatan penyaluran melalui
Beberapa perantara (grosir,agen,pengecer dll)
Kalau kita amati sekarang ini selain saluran distribusi diatas, untuk lebih menarik konsumen banyak dilakukan produsen usaha seperti pameran, Surabaya Expo, Jakarta Fair dll. Usaha tersebut menarik namun bersifat sementara sehingga distribusi tetap berperan dalam kegiatan yang berkesinambungan.

Awal Keberhasilan adalah Ketekunan dan Kejujuran, dk














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar